Jenderal Suyudi: Institusi Kuat Bukan Tanpa Kekurangan, tetapi Berani Berbenah

Jenderal Suyudi: Institusi Kuat Bukan Tanpa Kekurangan, tetapi Berani Berbenah

Jakarta, TBN – Pernyataan tentang pentingnya introspeksi dan perbaikan berkelanjutan dalam tubuh institusi Kepolisian menjadi pesan penting bagi upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Institusi yang kuat adalah institusi yang mampu mendengar, mengakui kekurangan, memperbaiki diri, dan memastikan kesalahan yang sama tidak berulang.”

Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Suyudi dalam uji kelayakan calon Kapolri. Pesan ini menekankan bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya diukur dari kewenangan, struktur organisasi, maupun kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga dari kesediaannya menerima kritik dan melakukan pembenahan.

Dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kemampuan mendengar menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Setiap kritik, masukan, dan pengaduan masyarakat perlu dipandang sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat profesionalisme anggota.

Selain mendengar, keberanian mengakui kekurangan juga menjadi langkah awal dalam melakukan perubahan. Institusi yang terbuka terhadap evaluasi memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki prosedur, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Perbaikan tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. Evaluasi terhadap setiap kekurangan perlu diikuti dengan langkah korektif yang terukur, pengawasan yang konsisten, dan pembinaan personel agar pelaksanaan tugas semakin profesional dan bertanggung jawab.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan kesalahan yang sama tidak terulang. Upaya ini membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pimpinan hingga seluruh anggota, untuk menjadikan setiap kekurangan sebagai pelajaran dalam meningkatkan kualitas organisasi.

Bagi Polri, pesan tersebut relevan dengan tuntutan masyarakat yang mengharapkan pelayanan yang transparan, humanis, profesional, dan berkeadilan. Kepercayaan publik dibangun melalui tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk kesungguhan dalam menindaklanjuti keluhan serta memperbaiki kekurangan.

Pada akhirnya, institusi yang kuat bukanlah institusi yang menganggap dirinya selalu benar, melainkan institusi yang berani mengevaluasi diri, terbuka terhadap masukan, dan konsisten melakukan perubahan.

Pesan Jenderal Suyudi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kepercayaan masyarakat merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterbukaan, tanggung jawab, dan komitmen untuk terus berbenah.#Ss+