Kapolsek Kupang Timur Dampingi Mediasi Masalah Tanah Tiga Keluarga di Tuatuka

Kupang,TBN – Kapolsek Kupang Timur, AKP I Nyoman Sarjana, hadir dan mendampingi proses mediasi sengketa tanah antara keluarga Tenamau, Baran, dan Amheka yang digelar di Sonaf Loemnanu, RT 07 RW 04 Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (28/8/2025) pagi.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Usif Loemnanu, Ronni Loemnanu, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, masyarakat, serta aparat kepolisian. Turut hadir Kapolsek Kupang Timur, AKP I Nyoman Sarjana, Tokoh Masyarakat Noekele Daud Tao, Ketua Lembaga Adat Kuanheum Henok Benu, Tokoh Adat Fatuteta Osias Amheka, Tokoh Adat Kuanheum Gasper Tenamau, serta Bhabinkamtibmas dari wilayah Tuatuka, Fatuteta, dan Kuanheum. Selain itu, hadir pula Kanit Reskrim Polsek Kupang Timur Aipda Mesak Manimoy, S.H., serta sejumlah masyarakat dari Desa Kuanheum dan Fatuteta.
Dalam forum tersebut, penyelesaian dilakukan secara musyawarah kekeluargaan. Namun, proses mediasi belum mencapai titik temu karena keluarga Amheka yang diwakili oleh Nikson Amheka tidak hadir secara penuh. Sebagian besar anggota keluarga tersebut berhalangan hadir karena kesibukan masing-masing.
Usif Loemnanu selaku pemimpin musyawarah menegaskan bahwa dirinya tidak dapat mengambil keputusan tanpa mendengarkan keterangan dari semua pihak yang bersengketa. “Kita baru mendengar keterangan dari pihak keluarga Baran dan Tenamau, sementara dari pihak Amheka belum lengkap. Karena itu, pertemuan ini akan kita lanjutkan pada 5 September 2025 mendatang,” ujarnya.
Kapolsek Kupang Timur, AKP I Nyoman Sarjana, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap semangat penyelesaian masalah melalui jalur kekeluargaan. Ia juga mengimbau semua pihak agar tetap menjaga situasi yang kondusif. “Polisi akan selalu hadir mendampingi masyarakat dalam setiap persoalan. Kami berharap semua pihak tetap menahan diri dan mengutamakan musyawarah sehingga persoalan ini bisa terselesaikan dengan damai,” ucapnya.
Mediasi yang berlangsung di Sonaf Loemnanu ini menunjukkan komitmen para tokoh adat, masyarakat, dan aparat dalam menjaga kerukunan serta mencari jalan keluar terbaik bagi semua pihak.#Ss