Kapolres Kupang Pimpin Panen Raya Jagung Pulut di Lahan Eko Wisata Tantya Sudhirajati
Kupang, TBN – Kapolres Kupang Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K, S.H memimpin langsung panen raya jagung pulut di lahan Eko Wisata Tantya Sudhirajati milik Polres Kupang yang dihadiri Wakapolres Kupang KOmpol Joni Sihombing, S.., S.I.K., M.M serta seluruh PJU dan anggota Polres KUpang.
Panen tersebut menjadi bukti keberhasilan pemanfaatan lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi kawasan pertanian produktif berbasis sistem terintegrasi.

Lahan yang kini dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian dan wisata edukasi itu dulunya merupakan lahan tidur yang tandus dan gersang, dipenuhi rumput serta semak belukar. Berkat inisiatif Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, lahan tersebut kemudian dibuka dan diolah sehingga mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian, salah satunya jagung pulut.
“Awalnya lokasi ini hanya lahan kosong yang tidak dimanfaatkan. Dengan kerja bersama anggota, kita berupaya menjadikannya lahan produktif yang bisa memberi manfaat,” ujar Kapolres saat memimpin kegiatan panen.
Dari panen jagung pulut tersebut, hasil yang diperoleh mencapai sekitar Rp2 juta. Jagung hasil panen dijual kepada anggota kepolisian maupun masyarakat umum dengan harga Rp1.000 per buah, sehingga hasilnya juga dapat langsung dirasakan oleh lingkungan sekitar.

Pengelolaan lahan sejak awal dilakukan oleh personel Bakomsus (Bintara Kompetensi Khusus) di lingkungan Polres Kupang yang memiliki keahlian di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Para personel ini mengelola lahan secara terencana mulai dari pengolahan tanah, penanaman hingga pemanenan.
Di kawasan tersebut juga telah dikembangkan konsep pertanian terintegrasi (integrated farming) yang memadukan berbagai sektor dalam satu kawasan. Sistem ini menggabungkan kolam ikan air tawar, pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk organik, serta pengolahan sampah organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Dengan sistem tersebut, setiap komponen saling mendukung sehingga menciptakan siklus pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hasilnya, tanaman jagung pulut yang dipanen tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang cukup memuaskan.
Kapolres Kupang menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat tentang bagaimana lahan tidur dapat diubah menjadi lahan produktif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kemauan dan pengelolaan yang tepat, lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan bisa menjadi sumber pangan dan nilai ekonomi,” tambahnya.
Ke depan, kawasan Eko Wisata Tantya Sudhirajati diharapkan tidak hanya menjadi lahan produksi pertanian, tetapi juga sebagai tempat edukasi bagi masyarakat untuk belajar mengenai konsep pertanian terpadu dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.




