Panen Raya Jagung Pertiwi 3 di Sulamu, Polres Kupang Dukung Swasembada Pangan

Panen Raya Jagung Pertiwi 3 di Sulamu, Polres Kupang Dukung Swasembada Pangan

KUPANG, TBN — Kepolisian Resor Kupang melalui Polsek Sulamu turut mendukung Panen Raya Jagung Pertiwi 3 yang digelar Kelompok Tani Lentera Bo’oen di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Sabtu (26/9/2026) pagi 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut mengangkat tema “Panen Raya Jagung Pertiwi 3 Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Kabupaten Emas, " berlangsung di lahan pertanian seluas 30 hektare yang dikelola Kelompok Tani Lentera Bo’oen, dan dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., bersama jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Camat Sulamu, Kepala Desa Pantulan, pihak PT Agri Makmur Pertiwi, Bank NTT, penyuluh pertanian, kelompok tani serta masyarakat Desa Pantulan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kupang diwakili Kapolsek Sulamu Ipda Ardi Y. Zacharias, S.H.

Dalam sambutan Kapolres Kupang yang disampaikan Kapolsek Sulamu, ditegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama dari keamanan nasional dan daerah. Tanpa pangan yang cukup, stabilitas kamtibmas tentu akan ikut terganggu,” demikian pesan Kapolres yang disampaikan Kapolsek Sulamu.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga memiliki komitmen untuk turut mengawal stabilitas pangan nasional melalui sinergi dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait.

Panen Raya Jagung Pertiwi 3, lanjutnya, menjadi bukti nyata kerja keras dan kolaborasi antara petani, pemerintah serta pihak swasta dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Panen raya ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan simbol optimisme kita bersama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan menuju Kabupaten Emas,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Lentera Bo’oen, Anton L. S. Ballo, dalam sekapur sirihnya menjelaskan bahwa Desa Pantulan memiliki potensi lahan pertanian kurang lebih 125 hektare.

Dari luas tersebut, Kelompok Tani Lentera Bo’oen mengelola sekitar 45 hektare pada Musim Tanam II (MT II), yang dimanfaatkan untuk tanaman jagung, padi dan berbagai komoditas hortikultura.

Menurut Anton, penggunaan benih jagung hibrida Pertiwi 3 memberikan dampak positif terhadap produktivitas petani.

Ia menjelaskan, jika sebelumnya petani menggunakan jagung lokal, setelah mencoba varietas Pertiwi 3 yang diperkenalkan PT Agri Makmur Pertiwi, hasil yang diperoleh jauh lebih memuaskan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah, termasuk bantuan sistem perpompaan senilai Rp155 juta yang dinilai sangat membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Sementara itu, Kepala Desa Pantulan menyampaikan bahwa produktivitas jagung mengalami peningkatan signifikan.

Pada Musim Tanam I, rata-rata hasil panen mencapai sekitar 8 ton per hektare. Sementara pada Musim Tanam II dengan penggunaan varietas Pertiwi 3, produktivitas meningkat hingga hampir 11 ton per hektare.

Peningkatan produktivitas tersebut dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, termasuk meningkatkan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Pertiwi 3 Dinilai Cocok untuk Petani

Marketing Executive Nusa Tenggara Timur PT Agri Makmur Pertiwi, Erwin Priyambudi, menjelaskan bahwa varietas Pertiwi 3 diperkenalkan kepada petani karena memiliki sejumlah keunggulan ekonomis dan agronomis.

Menurutnya, Pertiwi 3 merupakan benih hibrida yang efisien dan ekonomis dengan harga yang relatif terjangkau bagi petani.

Selain itu, varietas tersebut disebut memiliki ketahanan terhadap kondisi kekeringan, masa panen yang lebih cepat untuk panen muda, serta produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan jagung lokal.

Bupati Kupang Apresiasi Sinergi Petani dan Swasta

Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., dalam sambutannya mengapresiasi keberhasilan Kelompok Tani Lentera Bo’oen sekaligus kolaborasi antara petani, pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung program ketahanan pangan.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kesehatan dan hasil panen yang diperoleh para petani.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi PT Agri Makmur Pertiwi yang telah melakukan pendampingan kepada petani sejak 2023.

Menurut Bupati, pendampingan teknis dan alih teknologi perlu terus dilakukan agar pengetahuan yang diperoleh petani dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia.

Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat mulai dari tingkat desa merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan daerah di tengah berbagai ketidakpastian global.

Pemerintah Kabupaten Kupang, kata Bupati, akan terus mendukung pengembangan sarana dan prasarana pertanian. Dinas Pertanian juga didorong untuk melakukan pemetaan potensi komoditas pertanian lainnya, termasuk bawang merah.

Selain sektor pertanian, Bupati mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan yang menjadi sumber air.

Masyarakat diminta tidak melakukan penebangan pohon secara liar di sekitar kawasan resapan air dan aliran sungai agar ketersediaan air dapat terjaga untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian dalam jangka panjang.

Petani Sejahtera, Kamtibmas Terjaga

Kapolsek Sulamu Ipda Ardi Y. Zacharias, S.H., dalam sambutan Kapolres Kupang menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan petani memiliki keterkaitan dengan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keberhasilan panen diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menggerakkan roda ekonomi desa serta memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Petani yang sejahtera adalah fondasi masyarakat yang aman dan damai,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polres Kupang melalui jajaran Polsek akan terus membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis oleh Bupati Kupang bersama Forkopimda dan para undangan, dilanjutkan ramah tamah.