Polda NTT Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Berjalan BETAH, Disdukcapil Dilibatkan Verifikasi Domisili Peserta
Tribratanewskupang.com – Polda Nusa Tenggara Timur memberikan penjelasan terkait berbagai tanggapan masyarakat di media sosial mengenai hasil seleksi Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Pengiriman Daerah (Panda) Polda NTT Tahun Anggaran 2026, khususnya yang menyoroti asal-usul peserta dan keterwakilan putra-putri daerah.Sabtu (4/7/2026)
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan, Polda NTT menghargai seluruh masukan dan perhatian masyarakat terhadap proses rekrutmen anggota Polri. Menurutnya, setiap kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat agar Polri terus menghadirkan proses seleksi yang adil, transparan, dan melahirkan calon perwira terbaik bagi bangsa.

Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat. Semua aspirasi menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis atau BETAH," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi Akpol dilaksanakan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta menerapkan sistem clean and clear, sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan prestasi.
Menurut Kabidhumas, hasil seleksi ditentukan murni berdasarkan akumulasi nilai dari setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik hingga kesamaptaan jasmani. Seluruh proses menggunakan sistem yang objektif dan hasilnya diumumkan secara terbuka pada setiap tahapan.
"Tidak ada intervensi, tidak ada titipan, maupun perlakuan khusus kepada peserta tertentu. Kelulusan ditentukan berdasarkan hasil penilaian yang objektif sesuai peringkat nilai yang diperoleh masing-masing peserta," tegasnya.
Menanggapi isu mengenai domisili peserta, Kabidhumas menjelaskan bahwa Polda NTT melakukan pemeriksaan secara ketat dengan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memverifikasi data administrasi kependudukan seluruh peserta.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak terjadi manipulasi data domisili maupun perpindahan alamat yang tidak sesuai ketentuan dalam proses rekrutmen.
"Kami bekerja sama dengan Disdukcapil untuk menelusuri rekam jejak administrasi kependudukan setiap peserta. Verifikasi dilakukan secara menyeluruh agar seluruh data benar-benar valid dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Selain Disdukcapil, pelaksanaan seleksi juga diawasi oleh berbagai unsur pengawas eksternal, di antaranya perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, akademisi perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta insan pers. Kehadiran para pengawas tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda NTT menjaga objektivitas dan transparansi selama proses seleksi berlangsung.
Kabidhumas menambahkan, seluruh pengawas eksternal yang mengikuti tahapan seleksi juga telah memberikan pernyataan bahwa proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP), objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meski demikian, Polda NTT tetap membuka ruang terhadap berbagai masukan yang berkembang di masyarakat. Aspirasi tersebut akan diteruskan kepada Mabes Polri sebagai bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan rekrutmen di masa mendatang.
"Kami mendengar seluruh aspirasi masyarakat. Masukan tersebut akan kami sampaikan kepada Mabes Polri sebagai bahan evaluasi agar ke depan mekanisme rekrutmen dapat semakin baik, termasuk dalam mengakomodasi potensi putra-putri terbaik daerah sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan rekrutmen Polri yang berintegritas serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami berharap masyarakat bersama-sama mengawal proses rekrutmen Polri dengan semangat objektivitas. Polda NTT berkomitmen menjaga integritas setiap tahapan seleksi sehingga mampu melahirkan calon-calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.
#NttPenuhKasih




