Polsek Amfoang Utara Sigap Cek Longsor di Fatunaus, Akses Jalan Poros Tengah Terganggu
Amfoang, TBN – Personel Bhabinkamtibmas dari Polsek Amfoang Utara, jajaran Polres Kupang Kabupaten di bawah naungan Polda NTT, bergerak cepat melakukan pengecekan lokasi longsor akibat cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Amfoang Utara, Rabu (18/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Fatunaus, Desa Lilmus dan Desa Bakuin, BRIPKA Nikolaus Yupin, yang turun langsung ke lokasi longsor di Tanah Merah, RT 012 RW 005, Dusun IV, Desa Fatunaus sekitar pukul 16.00 WITA.
Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Kupang dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, ruas Jalan Poros Tengah yang menghubungkan jalur Naikliu–Lelogama mengalami kerusakan cukup parah dan sulit dilintasi kendaraan.

Di lokasi kejadian, petugas melakukan pemantauan sekaligus membantu para penumpang bus yang terpaksa berhenti karena kendaraan tidak dapat melintas. Para penumpang bahkan harus melakukan sistem estafet kendaraan serta memindahkan barang bawaan secara manual melewati titik longsor.
“Untuk sementara kendaraan roda empat dan enam belum bisa melintas. Hanya kendaraan roda dua dan kendaraan 4x4 yang masih bisa melewati, itu pun harus sangat berhati-hati karena kondisi jalan berlumpur dan retak,” jelas BRIPKA Nikolaus Yupin di lokasi.
Kerusakan jalan ditandai dengan kondisi tanah yang tergerus air, munculnya cekungan, serta retakan di badan jalan akibat labilnya struktur tanah di sekitar bahu jalan. Situasi ini berpotensi memburuk apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Dalam upaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Bhabinkamtibmas melakukan sejumlah langkah, di antaranya pengamanan lokasi, memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta mengingatkan potensi bencana lain seperti banjir dan pohon tumbang selama musim penghujan.
Diketahui, Jalan Poros Tengah Naikliu–Lelogama merupakan akses alternatif vital yang digunakan masyarakat untuk distribusi barang dan jasa, khususnya saat musim hujan, menuju wilayah Kecamatan Amfoang Utara dan Amfoang Barat Laut.
Secara analisa, longsor dipicu oleh tingginya curah hujan, kondisi tanah yang labil, minimnya sistem drainase, serta aktivitas penggalian tanah yang tidak sesuai standar. Jika tidak segera ditangani, ruas jalan tersebut berpotensi putus total dan menghambat mobilitas masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, direkomendasikan agar dilakukan penanganan segera, termasuk pengerahan alat berat untuk pembersihan material longsor, perbaikan sistem drainase, serta pemasangan bronjong guna mencegah longsor susulan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca serta potensi bencana alam di wilayah tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar dengan kondisi cuaca cerah. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu penanganan awal di lokasi bencana.#Ss+




