Lansia Ditemukan meninggal Tim Inafis Polres Kupang Olah Tkp

Lansia Ditemukan meninggal Tim Inafis Polres Kupang Olah Tkp
Lansia Ditemukan meninggal Tim Inafis Polres Kupang Olah Tkp

Tribratanewskupang.com – Tim Inafis Polres Kupang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan seorang lansia yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, pada Jumat (30/04/2026) sore.

Korban diketahui berinisial P.K (72), seorang perempuan lanjut usia yang selama ini hidup seorang diri sejak ditinggal meninggal dunia oleh suaminya pada tahun 2011. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan para saksi yang merupakan tetangga korban.

Peristiwa penemuan mayat tersebut bermula sekitar pukul 14.00 wita saat saksi pertama sedang memberi makan ternak kambing di belakang rumah korban. Saat itu, saksi mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban. Merasa curiga, saksi kemudian mengajak saksi lainnya yang berada di sekitar lokasi, yakni di tempat penggilingan padi di samping rumah korban serta seorang saksi lain yang berada di tempat tambal ban di seberang jalan depan rumah korban.

Ketiga saksi bersama warga kemudian berinisiatif masuk ke dalam rumah korban yang dalam keadaan tertutup. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar dengan posisi terbaring di tempat tidur, kedua tangan terbuka lebar dan kaki tergantung di sisi tempat tidur.

Setelah mendapat laporan tersebut, Tim Inafis di Pimpin oleh Pamapta 1 Polres Kupang IPDA David Fanggidae segera mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, dengan menghadirkan tenaga medis, serta mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis dari Pustu Oebelo, korban diduga meninggal dunia akibat faktor usia dan riwayat penyakit hipertensi yang dideritanya. Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.

Sementara itu Pamapta 1 IPDA David menyatakan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada korban

Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak pemeriksaan dalam (otopsi) R