Polda NTT Kedepankan Dialog Humanis, Konflik Warga di Adonara Timur Berangsur Kondusif
Adonara, TBN – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam menangani konflik sosial yang terjadi antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Upaya tersebut dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin, yang bersama jajaran turun ke lapangan untuk melakukan koordinasi dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Dialog dilakukan bersama tokoh adat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga para pemuda sebagai langkah memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam forum dialog, kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat untuk mengutamakan penyelesaian melalui musyawarah dan mekanisme adat sebagai jalan terbaik dalam meredam konflik.
Meski demikian, Polda NTT menegaskan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan tidak menghilangkan proses hukum apabila dalam peristiwa tersebut ditemukan unsur tindak pidana. Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain membangun ruang dialog, masyarakat dari kedua dusun juga menyatakan kesiapan mereka untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta mendukung aparat keamanan dalam mencegah munculnya potensi konflik susulan. Komitmen tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Adonara Timur.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascakonflik, Pemerintah Kabupaten Flores Timur turut menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sosial di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur terpantau aman dan kondusif. Personel Polri bersama TNI masih disiagakan untuk melaksanakan patroli rutin, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta mengajak seluruh warga terus menjaga persaudaraan, menahan diri dari tindakan provokatif, dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui langkah-langkah preventif, dialogis, dan humanis. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan harmonis di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.




