Minggu Kasih di Oepoli, Kapolsek Amfoang Timur Bagikan 100 Alkitab dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
Amfoang, TBN – Kepolisian Sektor (Polsek) Amfoang Timur menggelar kegiatan Minggu Kasih di Gereja Timor Timur (GTT) Imanuel Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Minggu (9/8/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA diisi dengan penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), antisipasi dampak kekeringan, serta kepedulian terhadap kesehatan mental.
Kapolsek Amfoang Timur Iptu Thomas M.W. Radieana, SH, M.H, bersama Kanit Binmas Aiptu Charles Maufani dan sejumlah anggota Polsek Amfoang Timur hadir dan berinteraksi langsung dengan jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyerahkan 100 eksemplar Alkitab secara gratis kepada jemaat GTT Imanuel Oepoli.

Penyerahan Alkitab tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dan warga.
Di hadapan jemaat, Kapolsek Amfoang Timur mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas serta tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh berita bohong yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.
“Jaga kerukunan dan keamanan lingkungan. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar, apalagi informasi yang dapat memicu perpecahan,” pesan Kapolsek.
Selain kamtibmas, perhatian juga diberikan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, terlebih di tengah kondisi musim kering.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan perkebunan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di semak maupun rumput kering yang mudah terbakar.
“Mari jaga alam kita. Jangan membakar hutan, lahan maupun pekarangan secara sembarangan. Hindari membakar sampah di dekat lahan kosong atau kawasan hutan, terutama ketika angin kencang,” imbaunya.
Terkait potensi kekeringan, masyarakat juga diminta untuk menghemat penggunaan air dan segera melaporkan kepada aparat desa maupun instansi terkait apabila mengalami kesulitan air atau sumber air seperti sumur mulai mengering.
Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi kekeringan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama Kanit Binmas juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Jemaat diajak untuk peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun keluarga serta tidak memendam beban pikiran, kecemasan dan stres.
Masyarakat diperkenalkan dengan terapi USEFT sebagai salah satu bentuk relaksasi mandiri untuk membantu meredakan beban pikiran dan mengembalikan ketenangan.
“Jangan pendam rasa lelah mental. Mari peduli terhadap kesehatan mental diri dan keluarga serta melakukan relaksasi agar pikiran lebih tenang dan tubuh kembali bugar,” pesannya kepada jemaat.
Sementara itu, ibadah kebaktian di GTT Imanuel Oepoli berlangsung aman, tertib dan lancar. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Yesaya Frarel S. Mis dan diikuti sekitar 100 orang jemaat.
Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, Polsek Amfoang Timur berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Kehadiran polisi di tengah kegiatan keagamaan diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar aspirasi masyarakat serta menyampaikan berbagai pesan yang berkaitan dengan keselamatan, lingkungan dan kehidupan sosial.
Polsek Amfoang Timur menegaskan akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Amfoang Timur.#Ss+




