Wakapolsek Amarasi Tinjau Lokasi Longsor di Amarasi Barat, 21 KK Terdampak Dievakuasi
Kupang, TBN– Wakapolsek Amarasi, Ipda Adrianus Arifin, bersama anggota Polsek dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik longsor di wilayah Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Toobaun dan Desa Erbaun terkait terjadinya tanah longsor yang mengancam keselamatan warga serta memutus akses jalan.
Titik pertama berada di ruas Jalan Muirfokou, RT 035/RW 016, Dusun IX, Desa Tunbaun. Longsor menyebabkan patahan jalan sepanjang kurang lebih 34,5 meter dengan lebar 4 meter. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati jalur tersebut dengan sangat hati-hati.
Titik kedua berada di Kampung Oet, RT 011 dan RT 012/RW 006, Dusun II, Desa Erbaun. Di lokasi ini, tercatat sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak bencana.
Sebanyak 16 KK telah lebih dahulu dievakuasi ke Gedung Gereja Ebenhaezer Noekaesmuti. Satu KK memilih mengungsi ke rumah keluarga di Desa Soba. Sementara empat KK lainnya sebelumnya bertahan di lokasi untuk menjaga ternak, namun pada Senin (16/2) akhirnya bersedia dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di Kampung Oemari setelah mendapat imbauan langsung dari Wakapolsek.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan kepolisian harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 7 kilometer untuk mencapai lokasi longsor kedua. Sepanjang jalur menuju Kampung Oet, ditemukan sejumlah titik longsor yang menyebabkan akses jalan terputus total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, beberapa tiang listrik dilaporkan roboh akibat pergeseran tanah sehingga aliran listrik di sekitar lokasi bencana mengalami pemadaman total.
Kondisi rumah warga di Kampung Oet juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Empat unit rumah rusak parah akibat tanah bergeser, sementara 17 rumah lainnya mengalami kerusakan pada tembok dan lantai yang terbelah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolsek Amarasi memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan pengguna jalan agar selalu waspada, terutama jika terjadi hujan yang berpotensi memicu longsor susulan.
Warga yang masih berada di sekitar titik longsor diminta untuk tidak mendekati area rawan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Empat KK yang sebelumnya bertahan di lokasi akhirnya mengikuti arahan petugas dan bersama anggota Polsek serta masyarakat setempat mengevakuasi barang-barang mereka sebelum hari gelap.
Berdasarkan data terakhir, total korban terdampak longsor berjumlah 21 KK. Seluruh korban telah mendapatkan pelayanan kesehatan serta bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pemerintah Kabupaten Kupang juga dilaporkan tengah melakukan survei lokasi untuk rencana pembangunan rumah bagi warga yang terdampak bencana.
Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan dan evakuasi berjalan dalam keadaan aman dan lancar. Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan pemantauan serta segera melaporkan apabila terdapat perkembangan situasi yang menonjol.




