16 Ton Bantuan Gempa Flores Tiba di Maumere, Polri Kawal hingga Siap Didistribusikan
MAUMERE, TBN – Sebanyak 16 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tiba di Bandara Frans Seda Maumere menggunakan pesawat TNI AU A400M. Setibanya di bandara, seluruh bantuan langsung mendapat pengamanan dan pengawalan dari personel Polri bersama unsur terkait hingga siap didistribusikan kepada masyarakat.
Kedatangan bantuan tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat tersalurkan dengan aman, tertib dan tepat sasaran.
Sesaat setelah pesawat mendarat, bantuan kemanusiaan diturunkan dan dipindahkan dari pesawat ke 10 unit kendaraan R6 untuk selanjutnya dibawa ke tempat penyimpanan.
Personel Polri bersama unsur terkait melakukan pengamanan pada setiap tahapan proses pemindahan dan penyimpanan guna memastikan seluruh logistik tetap dalam kondisi aman dan siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain bantuan yang dibawa menggunakan pesawat TNI AU A400M, pengamanan juga dilakukan terhadap tambahan bantuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jakarta yang diterima oleh BPBD Kabupaten Sikka.
Bantuan tambahan tersebut berupa beras, mi instan, telur dan minyak goreng yang selanjutnya dipersiapkan untuk didistribusikan kepada warga terdampak gempa.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan logistik merupakan bagian penting dalam operasi kemanusiaan.
“Bantuan tidak boleh berhenti di tempat kedatangan, tetapi harus dipastikan sampai kepada masyarakat terdampak.”
Menurutnya, pengawalan dilakukan mulai dari titik kedatangan hingga tempat penyimpanan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar. Polri bersama seluruh unsur terkait juga terus berkoordinasi agar distribusi bantuan nantinya dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pengamanan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung penanganan bencana dan memastikan bantuan kemanusiaan tidak hanya tiba di wilayah terdampak, tetapi benar-benar diterima oleh masyarakat.
Bantuan datang, Polri mengawal, masyarakat menerima. Operasi kemanusiaan terus bergerak untuk Flores.




