Gerak Cepat Polsek Fatuleu Berhasil Ungkap Kasus Curnak di Naitae, Empat Pelaku Diamankan
Kupang, TBN – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Fatuleu patut diapresiasi atas kesigapannya dalam mengungkap kasus pencurian ternak (curnak) sapi yang terjadi di Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, minggu (15/3) pagi.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan empat dari tujuh pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian sapi milik warga.
Kapolsek Fatuleu Ipda Maks Tameno, S.H mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 01.00 WITA, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya penangkapan pelaku pencurian sapi oleh warga setempat.
Empat pelaku yang berhasil diamankan yakni MT (16), MT (15), IT (25), dan ON (52), semuanya merupakan warga desa Naitae. Dua dari pelaku berinisial MT dan MT diketahui masih berstatus di bawah umur dan berprofesi sebagai pelajar.
Sementara itu, tiga pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut masih melarikan diri dan kini dalam pengejaran pihak kepolisian. Ketiga pelaku tersebut masing-masing bernama UP, MN, dan PT yang juga merupakan warga Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu Barat.
IPTU Mks Tameno menambahkan bahwa kasus pencurian sapi tersebut bermula pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 WITA ketika pelaku UP menembak mati seekor sapi milik warga menggunakan senapan angin jenis PCP di sekitar wilayah Sungai Siumate, Desa Naitae.
Sekitar pukul 20.00 WITA, pelaku kemudian menghubungi enam rekannya dan memberitahu bahwa sapi tersebut telah mati. Para pelaku kemudian diminta berkumpul di lokasi untuk bersama-sama memotong hewan ternak tersebut.
Pada pukul 20.30 WITA, IT bersama adiknya MT datang membawa parang pendek dan pisau untuk menguliti sapi. Mereka kemudian memotong daging sapi menjadi beberapa bagian.
Sekitar pukul 21.00 WITA, para pelaku membawa daging sapi hasil curian menuju pondok kebun milik PT. Namun sekitar pukul 21.30 WITA, masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi pondok dan menangkap para pelaku.
Melihat kedatangan warga dalam jumlah banyak, tiga pelaku yakni PT, UP dan MN berhasil melarikan diri. Sementara empat pelaku lainnya diamankan oleh masyarakat dan sempat menjadi sasaran amukan massa sehingga mengalami luka lebam dan memar pada wajah serta tubuh.
Sekitar pukul 22.00 WITA, masyarakat menghubungi Kepala Desa Naitae, Abraham Laome, yang kemudian datang ke lokasi dan mengamankan para pelaku di kantor desa.
Selanjutnya pada pukul 22.30 WITA, Kepala Desa Naitae menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Naitae, Aipda Stevenson Radja, untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan kepolisian.
Tidak lama kemudian, Bhabinkamtibmas bersama anggota Polsek Fatuleu tiba di kantor Desa Naitae sekitar pukul 23.36 WITA dan langsung mengamankan para pelaku beserta barang bukti.
Sekitar pukul 01.00 WITA, keempat pelaku bersama barang bukti dibawa menuju Mapolsek Fatuleu di Camplong dan tiba pada pukul 03.10 WITA dalam keadaan aman.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa daging sapi sekitar 75 kilogram yang telah dipotong menjadi beberapa bagian, satu buah parang pendek beserta sarung berwarna putih, satu pucuk senapan angin jenis PCP, dua lampu senter kepala, satu unit telepon genggam merek Realme warna hitam, serta satu tas samping warna hitam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku diduga mencuri sapi tersebut untuk dipotong dan dagingnya dibagikan secara merata kepada tujuh pelaku untuk dikonsumsi bersama.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memastikan pemilik sapi yang dicuri. Sebab terdapat dua warga yang mengaku kehilangan sapi, yakni Ayub Fatmoes dan Alex Ndun.
Selain itu, petugas juga masih melakukan pencarian terhadap barang bukti lainnya berupa pisau yang digunakan untuk menguliti sapi serta bagian kepala dan kulit sapi yang diduga telah dibuang oleh para pelaku di Sungai Siumate.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Polsek Fatuleu, termasuk melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku yang hingga kini masih melarikan diri.#Ss+




