Jemaat GMIT Exodus Oefafi Apresiasi Kehadiran Polres Kupang dalam Program Minggu Kasih

Jemaat GMIT Exodus Oefafi Apresiasi Kehadiran Polres Kupang dalam Program Minggu Kasih
Pentua Gereja Exodus Oefafi Bapak Luther Ferdinand Noman

KUPANG, TBN – Kehadiran Polres Kupang dalam kegiatan Minggu Kasih di Gereja GMIT Exodus Oefafi, Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, mendapat apresiasi dari jemaat setempat. Kehadiran personel kepolisian dalam kebaktian Minggu, 18 Oktober 2026 pagi, dinilai menjadi langkah positif untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Apresiasi tersebut disampaikan Penatua Gereja GMIT Exodus Oefafi, Luther Ferdinand Noman, saat penyampaian mimbar kamtibmas saat berlangsungnya kebaktian Minggu Biasa di gereja tersebut.

Dalam penyampaiannya, Luther mewakili jemaat menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Kupang beserta seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan beribadah bersama masyarakat.

“Saya mewakili umat memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Kapolres Kupang dan jajaran yang hari ini hadir bersama kami dalam kebaktian Minggu ini. Kami boleh berbicara dan mengimbau tentang kamtibmas kepada jemaat, tetapi mereka tidak mendengar kami. Namun, hari ini Pak Polisi sendiri yang datang dan memberikan imbauan, dan pasti mereka dengar,” ungkap Luther.

Menurutnya, kehadiran langsung aparat kepolisian di tengah jemaat merupakan pendekatan yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya menerima imbauan, tetapi juga dapat membangun komunikasi langsung dengan polisi mengenai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

Luther juga mengungkapkan sejumlah persoalan sosial yang kerap menjadi perhatian di lingkungan masyarakat, di antaranya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kehamilan di bawah umur, konsumsi minuman keras (miras), hingga penganiayaan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Ia berharap Polri dapat menyusun strategi pencegahan yang tepat dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, keluarga, dan lingkungan sosial. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan kerja sama semua pihak agar masalah yang muncul tidak terus berulang dan berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih serius.

Apresiasi dan harapan tersebut sejalan dengan strategi kamtibmas Kapolres Kupang, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., yang mengedepankan pendekatan “Adaptif dan Solutif” dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kabupaten Kupang.

Pendekatan adaptif menuntut personil POlres Kupang untuk mampu menyesuaikan langkah dan pelayanan dengan dinamika serta kebutuhan masyarakat. Sementara itu, pendekatan solutif menekankan pentingnya mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi warga melalui komunikasi, koordinasi, dan tindakan pencegahan yang tepat.

Melalui program Minggu Kasih, Polres Kupang berupaya membangun ruang dialog bersama masyarakat dan tokoh agama untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan warga. Dengan demikian, pesan-pesan kamtibmas tidak hanya disampaikan secara formal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif untuk mencegah tindak kekerasan, penyalahgunaan minuman keras, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama dan jemaat memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, membangun kepedulian, serta mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Polres Kupang berharap kegiatan Minggu Kasih dapat terus memperkuat kemitraan dengan gereja dan masyarakat, sehingga setiap persoalan kamtibmas dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi sedini mungkin.

Dengan semangat Adaptif dan Solutif, Polres Kupang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta membangun sinergi demi terwujudnya Kabupaten Kupang yang aman, damai, dan kondusif.#Ss+