Polda NTT Sapa Anak-Anak Pascagempa

Polda NTT Sapa Anak-Anak Pascagempa


NGADA, TBN– Pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Polda NTT melalui Polres Ngada terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak, khususnya anak-anak. Salah satunya melalui kegiatan *trauma healing* bagi siswa dan guru SD Inpres Tawajawa, Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut menjadi momentum bagi personel Polres Ngada untuk hadir langsung di tengah anak-anak, mengajak mereka bermain, berinteraksi dan menciptakan suasana yang aman serta menyenangkan.

Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membantu anak-anak melewati rasa takut dan kecemasan yang muncul setelah mengalami bencana gempa.

“Pendampingan dilakukan dengan cara sederhana namun penuh makna, yakni mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi bersama dalam suasana yang menyenangkan,” jelas AKBP Gede Harimbawa.

Menurutnya, trauma healing bagi anak-anak merupakan bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Gempa tidak hanya menimbulkan dampak terhadap kondisi fisik dan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, terutama bagi anak-anak.

“Anak-anak membutuhkan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan setelah mengalami peristiwa bencana. Melalui kegiatan bermain bersama, kami ingin membantu mereka mengurangi rasa takut dan mengembalikan keceriaan mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Ngada mengajak para siswa mengikuti berbagai permainan dan aktivitas bersama. Suasana yang awalnya diwarnai kekhawatiran perlahan berubah menjadi penuh keceriaan.

Anak-anak tampak antusias berinteraksi dengan personel kepolisian. Gelak tawa dan senyum kembali menghiasi wajah mereka saat mengikuti permainan yang diberikan.

AKBP Gede Harimbawa menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian dan arahan Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko yang terus mendorong jajaran kepolisian untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

“Trauma healing bukan sekadar bermain. Di balik permainan itu ada upaya untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri dan keseimbangan emosional anak-anak setelah menghadapi bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis melalui permainan dipilih agar proses pemulihan psikologis dapat diterima anak-anak secara alami tanpa memberikan tekanan.

Kehadiran Polres Ngada di SD Inpres Tawajawa sekaligus menunjukkan bahwa peran Polri dalam penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan pemulihan masyarakat.

Polres Ngada memastikan akan terus hadir memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap luka dan ketakutan akibat gempa perlahan dapat terobati, sehingga anak-anak kembali berani belajar, bermain dan menatap masa depan dengan penuh semangat.

Bencana mungkin meninggalkan luka, tetapi kepedulian dan kehadiran bersama diharapkan mampu menghadirkan kembali senyum di wajah anak-anak.