Pesawat CN-295 Polri Tiba di Bandara Komodo, Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Pesawat CN-295 Polri Tiba di Bandara Komodo, Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores

LABUAN BAJO, TBN – Pesawat CN-295 milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Flores.

Pesawat Polri tersebut mendarat di Bandara Komodo pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kedatangan pesawat menjadi bagian dari upaya Polri mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan yang dibawa merupakan dukungan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan dan pemulihan pascagempa.

Sejumlah bantuan yang tiba di Labuan Bajo di antaranya 20 paket perlengkapan kompor untuk kebutuhan dapur lapangan serta sekitar 4,5 ton bahan makanan. Bantuan bahan makanan tersebut terdiri dari 1.500 kilogram gula pasir, 1.600 kilogram minyak goreng, 500 kilogram biskuit, 500 kilogram kecap, 100 kilogram teh celup, 100 kilogram susu Lactogen dan 20 kilogram susu low-fat.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana NTT Kombes Pol Bayu Suseno mengatakan bantuan tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, seluruh bantuan yang telah tiba selanjutnya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan berdasarkan data serta hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.

Penggunaan pesawat CN-295 menjadi salah satu langkah Polri dalam mempercepat mobilisasi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa. Sebelumnya, pesawat yang sama juga digunakan untuk mengangkut personel, K9 SAR, perlengkapan operasional serta berbagai bantuan logistik menuju Flores.

Polri memastikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores terus dilakukan melalui pengerahan personel, distribusi logistik, pelayanan kemanusiaan serta pemanfaatan jalur udara untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.

Langkah tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri bersama masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana di wilayah NTT.