Polres Kupang Gelar Doa Bersama, Doakan Korban Bencana Flores
KUPANG, TBN – Polres Kupang menggelar doa bersama secara serentak untuk mendoakan para korban bencana alam yang melanda wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (24/8/2026) pagi tersebut merupakan bagian dari gerakan doa bersama Polda NTT dan seluruh Polres jajaran sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kapolres Kupang AKBP Aditya Octorio Putra, S.I.K. memimpin langsung pelaksanaan doa bersama di lingkungan Polres Kupang. Dalam arahannya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus mendoakan para korban bencana, keluarga yang ditinggalkan, masyarakat yang terdampak, serta para relawan dan personel Polri yang hingga kini terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan di wilayah bencana.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar tidak berhenti memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Khalik kehidupan, sehingga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara seluruh personel dan relawan yang bertugas senantiasa diberikan perlindungan dan kelancaran.
“Saya mengajak seluruh personel untuk terus mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana, keluarga yang ditinggalkan, masyarakat yang terdampak, serta para relawan dan personel Polri yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan. Mari kita terus berdoa kepada Tuhan, Sang Khalik kehidupan, agar semua diberikan kekuatan, ketabahan dan perlindungan,” pesan Kapolres.

Doa bersama dilaksanakan secara lintas agama di sejumlah tempat ibadah yang berada di lingkungan Polres Kupang. Personel beragama Islam mengikuti doa bersama di Masjid Asy Syamsi Polres Kupang, sementara Kapolres Kupang turut hadir dan mengikuti langsung rangkaian doa dengan tata cara Islam.
Doa di Masjid Asy Syamsi dipimpin oleh Ketua Muhammadiyah Kabupaten Kupang, Ibrahim Mampa, S.Ag. Dalam suasana penuh kekhusyukan, seluruh umat yang hadir memanjatkan doa bagi para korban dan masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Sementara itu, personel Polres Kupang yang beragama Kristen melaksanakan doa bersama di Gereja Oikumene Polres Kupang. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Kupang Kompol Jefrits L.D. Fanggidae, S.H., sedangkan doa bersama dipimpin oleh Romo Max Manu, Pr. dan Pdt. Ronal Ever Sonny Malelak, S.Th.
Personel yang beragama Hindu juga melaksanakan doa bersama di Pura Inderanatha yang dipimpin oleh Jero Mangku Supartini.
Pelaksanaan doa bersama lintas agama ini menjadi gambaran kuatnya semangat persaudaraan dan toleransi di lingkungan Polres Kupang. Di tengah musibah yang menimpa masyarakat Flores, seluruh personel bersatu dalam doa, tanpa membedakan latar belakang agama dan keyakinan.
Bencana gempa yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Karena itu, dukungan kepada para korban tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran personel di lapangan dan berbagai aksi kemanusiaan, tetapi juga melalui doa dan dukungan moril.
Melalui doa bersama tersebut, keluarga besar Polres Kupang berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan untuk bangkit, serta seluruh relawan dan personel Polri yang berada di lokasi bencana senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan perlindungan.
Polres Kupang bersama Polda NTT dan seluruh jajaran terus hadir dalam semangat kemanusiaan. #Pray for Flores.#Ss+




